Yah, UKK datang dan otakpun terperangkap dalam
soal-soal yang kadang susah dan kadang gampang. Menyadari hal tersebut, akupun
merencanakan sebuah trip untuk melepas penat paska UKK, dan Pantai Klayar jadi
Tujuannya. Sebenarnya aku sudah pernah kesana tapi enah kenapa hati terasa
masih ingin kesana lagi. Saatnya mengumpulkan Pasukan, Vica berhasil diajak,
kemudian depita, kukuh,Siti, Gunawan, Ryan dan Mia menyusul.
Perjalanan dimulai jam set. 6, tiba di pom bensin
dekat sma 7, pasukan berhenti untuk isi bensin dan Sholat maghrib. Perjalanan
berlanjut, melintasi kota solo baru, sukoharjo dan tiba di Wonogiri tanpa
halangan. Selepas Wonogiri, pasukan menikmati pemandangan kota wonogiri dari
ketinggian di bukit sebelum waduk gajah mungkur. Jalanan didepan berubah gelap
dan juga bergelombang, aku yang menyadari siapa yang aku boncengkan pun
mengurangi kecepatan dan berjalan pelan. Tiba di eromoko, kami berhenti sejenak
mengisi bensin lagi (Cuma cucup), perjalanan berlanjut hingga pracimantoro,
Berhenti lagi untuk ngisi bensin dan sholat isya’.
Selepas sholat isya, perjalanan berlanjut, namun
sialnya, ban Rohmad bocor dan kamioun kembali ke Praci untuk tambal ban
sekalian makan malam di HICK PAK Sutino. Perut kenyang dan Ban udah ditambal,
perjalanan berlanjut melintasi kecamatan paranggupito dan kemudia memasuki
kawasan karst dengan baunya yang khas (aku sukaa..).
Pukul 10.40 malam, kami tiba di pantai klayar dan
disambut 4 orang bapak-bapak penunggu pantai dan akhirnya bayar retribusi. Kami
mendirikan cam di pantai namun hanya zaza dan lia yang tidur di tenda, yang
lain tidur di luar (dan ada yang gak tidur). Pukul 12 malam, kipli dan lintang
serta siti masak kopi, puluk 2 malam, aku dan cucup yang gak bisa tidur masak
Mie dan Kopi spesial rasa jeruk yang berhasil membuat ketagihan semua pasukan.
Pukul 3, aku selesai makan, giliran aziz dan lintang masak dan aku menempati
tempat mereka untuk tidur sementara Cucup dan mia duduk berdua dan mesra.
Pukul 10, kami berhenti sebentar, sarapan, minum
kelapa dan kemudian bermain lagi hingga aku merasakan sesuatu, yah, itu sakit,
sakit sekali dan aku terkapar di pantai.Siti aku minta untuk mengambilkan obat
dan sialnya obatnya hilang. Dengan sisa tenaga kami kembali ke sisi barat
pantai untuk bersiap pulang. Semua pasukan kembali berdandan dan bersih-bersih
sebelum pulang, kecuali aku dan kipli (blablablabla, kesimpulannya rha sah
adus..).
Tiba dirumah, akhir dari perjalanan kali ini yang
penuh kesabaran dan juga rasa sakit. Perjalanan yang banyak memberiku pelajaran
dan juga kesenangan yang sudah beberapa bulan tidak aku rasakan. Perjalanan
yang memberi tantangan berbeda bagiku dan juga Vicky. Yeeeaaah...



















0 komentar:
Posting Komentar